Opening Time :  Monday‑Saturday  09:00‑21:00   WIB
Call Now / WhatsApp :  08997085631

Tips Perawatan Smartphone Android

Tips Perawatan Smartphone Android

Ponsel pintar (smartphone) dengan sistem operasi Android telah memberi kemudahan bagi penggunanya untuk berkomunikasi dan menikmati hiburan. Bukan sekadar melakukan panggilan telepon atau berkirim pesan, ponsel pintar Android juga bisa memotret, menonton video, menjelajah internet, sampai bermain.

Satu hal penting untuk menjaga ponsel pintar Android ini tetap berguna adalah dengan cara merawatnya. Bukan hanya merawat kondisi fisik, tetapi juga merawat komponen peranti keras dan peranti lunaknya.

Berikut ini beberapa tips perawatan smartphone Android:

1. Pakai pelindung layar dan pelindung ponsel
Kondisi fisik ponsel pintar harus tetap dijaga agar mata kita tetap sedap memandangnya. Hal yang pertama lakukan untuk melindungi kondisi fisik ini adalah memasang pelindung layar (screen protector) untuk menghindari bekas goresan pada layar yang bisa membuat pengalaman bernavigasi menjadi tidak nyaman. Cukup pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari pelindung layar yang ukurannya pas dengan ponsel pintar.

Selanjutnya bisa dengan memakai aksesori pelindung ponsel (casing). Ini penting untuk melindunginya dan meminimalkan lecet atau rusak jika ponsel pintar terjatuh.

2. Hindari panas berlebih dan air
Baterai ponsel akan lebih cepat turun kapasitasnya ketika berada dalam kondisi panas. Oleh karena itu sebisa mungkin jangan terus-menerus menghabiskan waktu dengan membuka game di ponsel pintar Android dan sudahi permainan jika suhu ponsel pintar sudah terlalu panas.

Hindari juga ponsel pintar dari panas matahari langsung dan simpan di tempat yang suhunya terjaga. Baterai lithium-ion punya usia antara tiga sampai lima tahun. Baterai bisa berumur lima tahun jika dirawat dengan baik dan berada di tempat yang sejuk.

Sekadar catatan, pada suhu rata-rata 25 derajat celcius, baterai lithium-ion akan kehilangan kapasitas sekitar 20 persen per tahun. Jika berada di suhu 40 derajat celcius, dia kehilangan kapasitas lebih cepat, bisa 35 persen per tahun.

Penting pula menjaga agar ponsel pintar tidak terkena air. Pastikan ponsel tidak berada di kantung kemeja ketika kamu sedang mencuci tangan di wastafel, dan khususnya genggam erat ponsel ketika kamu misalnya sedang mengabadikan keindahan matahari terbenam di pantai. Karena, air laut bisa membuat logam-logam pada komponen menjadi berkarat dan pada akhirnya merusak ponsel pintar.

3. Isi daya baterai sebelum kehabisan tenaga
Sebisa mungkin hindari pemakaian baterai ponsel pintar hingga benar-benar habis karena hal itu akan merusak kemampuan baterai dalam menyimpan daya. Luangkan waktu kamu untuk mengisi daya baterai setiap kali ponsel pintar memberi notifikasi baterai lemah. Biasanya notifikasi itu muncul jika daya baterai tersisa 15 persen.

Setelah disiplin mengisi daya baterai sebelum ponsel pintar kehabisan tenaga, pastikan juga kamu selalu cabut alat pengisi daya (charger) jika baterai sudah berada pada posisi 100 persen. Jangan biarkan alat pengisi daya terus menancap di ponsel pintar karena dapat merusak baterai.

4. Tutup aplikasi yang tidak digunakan
Kinerja sistem operasi Android punya kecenderungan melambat jika terlalu banyak menjalankan aplikasi, apalagi jika banyak membuka aplikasi kelas berat. Bisa-bisa kinerjanya berhenti mendadak.

Oleh karena itu, luangkan waktu kamu untuk menutup beberapa aplikasi yang berjalan di latar belakang. Kamu juga dapat mengunduh dan memasang aplikasi manajemen dengan fungsi utama membunuh aplikasi yang berjalan di latar belakang.

5. Manfaatkan aplikasi manajemen memori
Kamu dapat mengunduh dan memasang aplikasi manajemen memori yang gratis atau berbayar dari Google Play Store. Aplikasi semacam ini dapat melakukan defragmentasi pada media penyimpanan data di ponsel pintar atau untuk memulihkan informasi yang hilang. Defragmentasi membantu mengatur ulang setiap data yang disimpan pada media penyimpanan untuk ditempatkan secara berdekatan agar ruang kosong yang tersedia makin besar.

6. Hapus cache dan cookies pada aplikasi browser
Cache atau tembolok dalam teknologi informasi merupakan mekanisme menyimpan data atau instruksi yang sering diakses. Hal ini juga diterapkan pada aplikasi peramban (browser) di ponsel pintar Android.

Sedangkan cookies merupakan informasi atau data yang dibuat oleh sebuah situs web agar disimpan pada aplikasi browser untuk membantu melacak riwayat kunjungan ke situs web tersebut.

Penjelajahan internet dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan data cache dan cookies dalam memori ponsel pintar. Penumpukan ini dapat menyumbat memori aktif ponsel pintar dan memperlambat kemampuan berselancar internet.

Menghapus cache dan cookies dapat membantu membebaskan beberapa memori dan mempercepat kinerja saat berselancar. Kamu dapat menghapus kedua jenis data di dalam masing-masing aplikasi browser. Sebagai contoh, kamu bisa menghapus cache dan cookies di aplikasi peramban Google Chrome dengan klik pada “Setelan,” kemudian “Privasi”. Di sana ada pilihan untuk “Hapus Data Penjelajahan” dan segera konfirmasi jika ingin menghapusnya.

7. Hapus aplikasi dan data yang tak terpakai
Beberapa pengguna terkadang tetap membiarkan sebuah aplikasi berada di ponsel pintarnya walaupun aplikasi tersebut jarang digunakan. Jika aplikasi ini dihapus sebenarnya akan memberikan ruang kosong pada media penyimpanan.

Ruang kosong akan semakin banyak jika kamu menghapus foto atau video yang tidak berharga. Beberapa foto dan video itu kadang terunduh secara otomatis dari aplikasi pesan instan yang hanya membuat sesak memori. Jika punya waktu luang, masuk saja ke galeri media lalu pilih beberapa foto dan video yang dinilai tidak berharga untuk segera dihapus.

8. Pakai aplikasi antivirus
Untuk menjaga ponsel pintar dari serangan program jahat atau virus, pastikan kamu memasang aplikasi antivirus yang banyak tersedia secara gratis di Google Play Store seperti Norton, Symantec, Kaspersky, atau McAfee. Setelah mengunduhnya, jangan lupa terus memperbarui keamanan pada aplikasi antivirus ini agar ponsel pintar kamu dapat mendeteksi dan terlindung dari virus jenis baru.

Kami mengimbau agar pengguna hanya mengunduh aplikasi dari Google Play Store atau toko aplikasi yang bisa dipercaya dan dikelola dengan baik. Jangan mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas karena bisa jadi aplikasi tersebut telah disisipi oleh virus jahat yang berpotensi mencuri informasi atau data milik kamu.

Pada akhirnya, kamu dapat menjaga performa prima pada ponsel pintar Android dengan tidak membebani memorinya. Semoga semua tips sederhana ini berguna untuk kamu. Selamat mencoba guys!

Leave a Reply